AUDIO

Siapa pun pasti mengenal "AUDIO" : baik secara sekilas (on/off saja), penikmat (bisa mengatur fungsi), pemasang (installer) dan ada segelintir orang yang mendalaminya secara khusus sehingga mampu membuat Tata Suara Audio di mobil/rumah lebih baik dari orang lain. Banyak diantaranya yang Otodidak tetapi Hanya Segelintir yang mempelajari Ilmu Audio sekaligus menggunakan Alat "Ukur Speaker".

Mengapa Speaker Harus Diukur ? Ambil contoh sebuah sistem audio Mobil dengan membagi kategori Speaker menjadi 3 bagian: Sub-Woofer, Mid-range & Tweeter

Sub-Woofer:

Umpama anda punya Sub-Woofer Bekas. Speaker ini tidak digunakan sebab menurut Installatur Audio "X" suaranya jelek (bukan Jebol yah) - itu sebabnya anda ganti dengan yang baru. Coba ukur dan misalkan hasilnya seperti gambar ini:

Dari grafik disamping, kita dapat berkesimpulan bahwa speaker ini tidak jebol dan respon suara-nya cukup stabil, artinya speaker ini masih ada pada range rata-rata. Kalau grafik responnya "Clipping" bisa dikatakan bahwa si Speaker tidak bagus suaranya, lebih baik pensiunkan. Jadi menurut anda: Apakah Logis Jika "Sang Installatur" Mampu Menentukan Baik & Buruk Sebuah Speaker Dari Suaranya "Tok"? Kalau jawabannya "IYA".... bisalah dia kita juluki "Mbah DUKUN AUDIO". Kalau "TIDAK"... pasti ada kemungkinan lain dibaliknya seperti Melariskan Dagangan-nya.

 

Dari Gambar ini ada 2 versi Design (ada puluhan macam design jika anda mau mencobanya nanti) yang bisa dijadikan acuan untuk membuat Box yang sesuai. Dari data T/S Parameter maka Komputer secara otomatis akan meRekomendasi: Box Ported/Vented. Untuk SQ Design (grafik kuning) dibutuhkan Volume 34,7 liter untuk mencapai nada rendah (-3 dB) di 48 Hz dengan Diameter Pipa 4" (bisa diubah 3", 2,5" dsb) & Panjang 22,62 cm. Begitu juga dengan SPL Design (grafik hijau), box-nya memerlukan Volume 14,3 liter, bertambah keras 4dB (setara penambahan power 135 watt murni), dengan Diameter Pipa 4" & panjang 18,88 cm. Puas.... jangan dulu, untuk sub yang ini dapat juga kita design dengan type Box Band-Pass yang merupakan suatu cikal bakal design dari Speaker Sub BOSE yang terkenal itu (kalau belum tahu, coba kunjungi Toko Home Audio dan dengarkan bunyinya) yang Hanya Mungkin di-Rancang lewat CAD (Computer Aided Design). Hal ini saya ajarkan pada "Training SD" nanti.

Mari kita simpulkan Sub Bekas diatas: Woofer ini masih layak kita pakai dengan mengacu pada Volume Box yang sudah anda design. Kalau ingin bereksperimen, buat beberapa design kemudian dengar hasilnya. Macam jenis suara akan dapat anda hasilkan dan tahu rumus grafiknya sehingga Apapun Merk-nya, Tahanan-nya, Diameter-nya semua Sub Woofer dapat "DIUKUR" dan dibuatkan Design yang terbaik. Logika yang bisa anda pertahankan untuk membuat Sub Woofer tersebut tidak bisa digunakan adalah "FAKTA". Misalnya: Fakta kalau Volumenya terlalu Besar, Fakta kalau Grafiknya Tidak Beraturan, Fakta kalau Pipa Tala-nya terlalu Panjang dan sebagainya. Tunjukkan Hal ini kepada Konsumen, tidak ada hal yang perlu disembunyikan dan anda akan dinilai "Profesional"

 

Mid Range & Tweeter:

Hampir sama dengan Sub Woofer, terlebih dahulu kita swap Grafik Respon dari Mid Range & Tweeter. Dari Hasilnya terlihat bahwa anda harus membuat Jembatan Penghubung (Cross-Over) antara mid range & tweeter dengan menentukan Titik Aman Pemotongan di 1000 Hz (ketetapan kenapa 1000 Hz akan diajarkan dalam training), dimana pada posisi tersebut keduanya mempunyai nilai tahanan yang berbeda dengan Nilai tahanan Standart Pabrikan. Kemudian anda akan dibawa ke pemahaman dari program Cross-Over Pasif Design hanya dengan memasukkan nilai diatas dan biarkan komputer memprosesnya sehingga keluarlah skema Pasif X-Over beserta Nilai dari Kapasitor & Inductor yang diperlukan. Sampai disini anda sudah selesai..? Oh... belum dong, kalau belum mengetahui cara Membuat Inductor sendiri. Kenapa hanya Inductor..? Karena untuk Kapasitor bisa anda beli ke Toko Komponen Elektronik sebab ada nilai-nya merupakan Standarisasi dari Pabrikan Dunia. Inductor juga bisa pesan/beli..... tapi buat apa beli/pesan ke orang kalau bisa bikin sendiri serta sangat murah biayanya. Coba lihat hasil gambar berikut:

 

Bagaimana? Sudah terserap semua informasi diatas..... Apakah ada yang kurang? Itu Pasti, ini masih sebagian dari materi Kursus, ibaratkan saja ini sebagai Preview untuk anda yang masih HAUS akan informasi, sebab kondisinya masih di kulit, belum Inti...karena masih ada "Kunci Emas" yang membuat anda merasa Lebih Percaya Diri dibandingkan sebelum mengenal Alat Ukur SPEAKER DETEKTOR ini. Tidak perduli Back-Ground anda apa, Mau lulusan SMP/ STM/ SLTA/ Kuliah, asal punya Minat di Car Audio, Naluri Bisnis, Semangat ber-Kreativitas, Pengetahuan Komputer.....dengan Alat SD + Training dari saya... anda punya kesempatan lebih besar dibandingkan pesaing disekitar toko audio anda.