ALAT UKUR

Kenapa Alat Ukur Speaker harus dipelajari? Jawabannya adalah karena yang dinamakan sebuah alat itu fungsi utamanya adalah membantu mendeteksi segala sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh Panca Indera manusia. Di bidang Kedokteran misalnya, Stetoskop & Pengukur Denyut Jantung merupakan sebuah Alat bantu dasar bagi Dokter Umum. Alat USG / Endoscopy biasa dipakai oleh Dokter Spesialis untuk memeriksa bagian dalam tubuh. Di bidang Audio alat bantu umumnya adalah A/C Mili-volt Tester & Phase Checker. Untuk installer yang lebih professional tambahannya adalah RTA (Real Time Analyzer) & Osiloskop.

Jadi dimana posisi Alat Ukur Speaker Detector? Kalau di kedokteran ada yang namanya alat "RONGENT", itulah "alat" yang setara tingkatannya dengan Speaker Detector / LMS/ Cleo/ Woofer Tester, dsb. Alat yang disebutkan tidak bisa bekerja sendirian, karena masing-masing punya fungsi yang mungkin tidak bisa diwakilkan. Diluar alat yang disebutkan, masih banyak alat lain yang bisa membantu anda sebagai seorang instalatur dalam bekerja untuk menghasilkan sebuah sistem suara yang fantastis.

Buat saya, Speaker Detector tidak ada istilah ketinggalan dalam teknologi, mengingat sistem ini bekerja dalam CPU yang menurut sebagian orang tidak mudah dipindahkan. Anggapan itu salah, sebab kalau anda mengerti bagaimana sistem pengukuran ini harus bekerja, maka mungkin anda harus tahu apa kelebihan-nya, seperti:

Pertama: CPU bekerja lebih stabil dibandingkan NoteBook, karena mempunyai power suply dan jalur listrik yang baik, cukup dengan SoundCard internal (standart) maka alat ini bisa bekerja setara akurasinya dengan alat yang lebih mahal setelah saya Kalibrasi. Kestabilan inilah yang membuat akurasi dalam pengukuran cukup dengan sekali KLIK. Software SD sebenarnya juga sudah bisa diaplikasikan kedalam Notebook, cuma anda harus memerlukan tambahan Eksternal Sound Card yang baik.

Kedua: Speaker Detector tidak menggunakan MICROPHONE dalam mendeteksi, mengingat sebagian besar penggunanya berada dalam kondisi ruang terbuka. Kalau anda membeli alat sejenis dengan mengunakan Mic, siapkan investasi lagi untuk membangun sebuah SOUND ROOM.

Ketiga: dengan harga yang Murah serta berikut Training yang lengkap sehingga Mudah dalam menggunakannya, maka Alat Ukur ini mampu anda gunakan untuk lebih meningkatkan kualitas pekerjaan, tinggal pikirkan sisa budget anda untuk membeli Alat bantu lain seperti yang disebut di atas. Dalam komposisinya mungkin RTA mempunyai andil cukup besar, tapi ingat buat apa kalau cuma bisa mengukur tanpa mampu membetulkan sistem secara Analog.

Keempat: Bonus LCR Meter yang akurat membuat anda tidak perlu membeli LCR Meter seharga Rp.1,5 juta. Bonus cara pembuatan Inductor, juga membuat anda tidak tergantung untuk membeli Inductor. After Service utnuk kelangsungan alat SD sudah teruji sejak dijual tahun 2003 lalu.

 

Anggapan lain kalau lebih mudah mengatur Audio dengan DIGITAL (PXA/ KTX/ Bit-One) tidak sepenuhnya benar. Anda harus tahu dulu Teori & Ilmu Audio baru bisa merasa Gampang setting. Kalau untuk hasil suara sebagian orang mengatakan lebih bagus DIGITAL dibanding ANALOG atau sebaliknya, saya serahkan itu dalam selera masing-masing. Pastinya, tidak semua orang mampu membeli perangkat DIGITAL dalam mobilnya, sebab harganya mahal. Tidak semua orang mampu membuat sistem ANALOG yang sempurna dalam kendaraannya, sebab Komponen yang bagus harganya selangit (mungkin sistem DIGITAL cuma sepersepuluh harganya dari total komponen Analog yang Merk wahid). Anda belajar di Speaker Detector untuk mengerti apa kaitan sebuah sistem/perangkat Audio. Mulailah dengan kondisi perangkat murah, setelahnya silakan rambah perangkat berkelas. Kalau sudah sanggup membuat perangkat murah menjadi Bagus, maka perangkat yang berkelas anda bisa bikin BAGUS SEKALI.

Uji Banding Hasil Data Pengukuran:

Uji coba ini saya lakukan dalam sebuah ruangan Hotel Bintang 5 dengan suhu ruangan sekitar 10 s/d 15 Celcius. Sample menggunakan satu set speaker kelas mahal seperti: "Fabulous Acoustic FA-3" - baru (yg sudah di Break-In lebih dari 3 x 24 Jam) dimana hasil pengukuran Respons Hertz vs Ohm nya ternyata "SAMA PERSIS" dengan Data Pengukuran LMS Asli dari Pabriknya (catat: bukan dari Data LMS yang dibeli oleh orang Lokal yang "mungkin" bisa ngukur tapi belum tentu "se-Akurat" punya Pabrik Speaker karena tidak tahu cara Kalibrasi nya). Sebagai masukan kalau Alat Ukur Lokal Yang Murah ini Kualitasnya bukan Asal, kalau tuntutan saya kepada anda untuk Spesifikasi CPU itu terpenuhi maka Akurasi Alat SD yang seperti di atas itu juga jadi Milik anda. "...JUAL TEHNOLOGI MEMANG TIDAK BISA BOHONG, SEBAB PASTI SELALU ADA ALAT SEJENIS YANG AKAN MEMBANDINGKAN HASIL PENGUKURANNYA".